Ada hari-hari di mana kehilangan datang beruntun. Itulah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh ribuan saudara kita di Sumatera. Banjir besar yang melanda bukan sekadar merendam harta benda, tapi juga menghanyutkan tempat berlindung dan membuat masa depan terasa begitu rapuh.
Salah satu kisah perjuangan yang menyayat hati datang dari Pak Sulaiman, seorang warga Aceh Tamiang yang harus berjuang menyelamatkan keluarganya di tengah kepungan air.
Terjebak Banjir Bak Tsunami di RSUD Aceh Tamiang
Saat banjir melanda, Pak Sulaiman tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya. Ia terjebak dalam situasi yang sangat sulit. Istrinya baru saja menjalani operasi caesar dan masih menahan nyeri luka pascamelahirkan. Bersama ketiga anaknya, mereka terjebak di lantai dua RSUD Aceh Tamiang.
“Itu seperti tsunami. Airnya besar sekali. Pasien di lantai satu dipindahkan ke lantai dua karena air sudah meninggi beberapa meter dari rumah sakit,” kenang Sulaiman dengan nada getir.
Selama terjebak, mereka hanya bisa bertahan hidup dengan sisa perbekalan yang ada di rumah sakit. Namun, cobaan tidak berhenti sampai di situ. Saat air surut, mereka menyadari bahwa rumah mereka telah hilang.
Bertahan Hidup di Gubuk Pinggir Jalan
Kehilangan tempat tinggal memaksa Pak Sulaiman membawa istri yang masih dalam masa pemulihan, ibunda yang sedang sakit, serta anak-anaknya untuk tinggal di sebuah gubuk darurat di pinggir jalan raya.
Tanpa dinding yang kokoh, hanya terpal, seng berkarat, dan kayu lapuk yang menjadi penopang hidup mereka. “Sudah tak ada tempat tinggal kita, sudah hilang rumah kita. Di mana anak-anak saya tidur?” keluh Pak Sulaiman saat itu. Lebih dari satu bulan mereka hidup dalam keterbatasan yang jauh dari kata layak dan aman.
Harapan Baru Lewat RUMTARA Dompet Dhuafa
Setelah melewati masa-masa kelam, titik terang akhirnya muncul. Dompet Dhuafa hadir menghadirkan Rumah Sementara (RUMTARA) untuk keluarga Pak Sulaiman. Tangis haru tak terbendung saat ia mengetahui bahwa keluarganya tidak perlu lagi tidur di tenda seadanya.
Satu momen yang paling menyentuh adalah ketika anak keduanya menelepon dengan penuh harap: “Pak, mau pulang, Pak. Mau tinggal di rumah baru, Pak.” Kini, pesan rindu itu terjawab. RUMTARA menjadi ruang aman bagi mereka untuk kembali menata hidup, meski perlahan.
Mari Hadirkan Kembali Rasa Aman untuk Sumatera
Namun, Sulaiman bukan satu-satunya. Di luar sana, masih ada ribuan keluarga di Sumatera yang kehilangan rumah dan masih menunggu uluran tangan kita. Mereka masih kedinginan di pengungsian, menunggu harapan yang sama seperti yang diterima Pak Sulaiman.
Bersama-sama, saatnya kita hadirkan kembali rasa aman bagi para penyintas banjir Sumatera. Mari wujudkan lebih banyak RUMTARA untuk mereka yang membutuhkan.
Salurkan Kepedulian Anda Sekarang
Setiap dukungan Anda adalah fondasi bagi rumah baru mereka. Bangun RUMTARA untuk korban banjir Sumatera melalui link resmi berikut:
👉 kaltim.dompetdhuafa.org/campaign/rumtarasumatera
Mari menjadi bagian dari harapan mereka. Karena satu rumah sementara, berarti satu masa depan yang terselamatkan.
#RumtaraSumatera #RumahSementara #PrayForSumatera #DompetDhuafa #DompetDhuafaKaltim #Zakat #Sedekah #BantuanBanjir


